Sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Angin

sejarahdunia.web.id Saking dipentingkannya listrik di masa ini dan masa depan,di masalalu keluar terobosan pembangkit listrik yang dibekali dari sumber alam.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Angin. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Sejarah Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Turbin angin adalah kincir angin yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik. Pada awalnya turbin angin diciptakan untuk mengakomodasi kebutuhan para petani dalam melakukan penggilingan padi atau keperluan irigasi.Belum diketahui secara pasti, dari mana asal turbin angin pertama kali. Namun penggunaan alat ini sebagai tenaga listrik pertama kali di Skotlandia pada tahun 1887. Turbin angin digunakan seorang sarjana bernama James Blyth untuk mengisi baterai untuk penerangan rumahnya.

Hal ini yang menjadi jalan pengembangan turbin angin otomatis oleh ilmuwan Amerika bernama Charles F Brush untuk menghasilkan listrik beberapa bulan kemudian.
Pengembangan turbin angin terus berkembang, di tahun 1900 Denmark memiliki sekitar 2500 kincir angin untuk keperluan penggilingan, pompa dan pembangkit listrik.Pada tahun 1931, Uni Soviet mengembangkan turbin angin di Yalta yang menjadi jalan bagi terciptanya turbin angin modern.

Apakah Anda tahu jika angin bisa berubah menjadi energi listrik dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Tenaga angin merupakan pengumpulan energi yang berguna dari angin. Pada tahun 2005, kapasitas generator tenaga angin adalah 58.982 MW, hasil tersebut kurang dari 1% penggunaan listrik dunia.Meskipun masih berupa sumber energi listrik di kebanyakan negara, peghasilan tenaga angin lebih dari empat kali lipat antara 1999 dan 2005. Pada tahun-tahun belakangan ini, biaya tenaga listrik yang dihasilkan oleh angin telah turun banyak, dan kini lebih rendah dari biaya listrik yang dihasilkan oleh bahan bakar. Sejak 2004, tenaga angin telah mejadi bentuk penghasilan tenaga baru yang paling murah.

Apa Itu Pembangkit Listrik Tenaga Angin?
PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air adalah pembangkit yang mengandalkan energi potensial dan kinetik dari air untuk menghasilkan energi listrik. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang dihubungkan ke turbin yang digerakkan oleh tenaga kinetik dari air.Namun, secara luas energi, pembangkit listrik tenaga air tidak hanya terbatas pada air dari sebuah waduk atau air terjun, melainkan juga meliputi pembangkit listrik yang menggunakan tenaga air dalam bentuk lain seperti tenaga ombak.

Penghasil Listrik Tenaga Angin
Kebanyakan tenaga angin modern dihasilkan dalam bentuk listrik dengan mengubah rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik dengan menggunakan generator listrik. Pada kincir angin energi angin digunakan untuk memutar peralatan mekanik untuk melakukan kerja fisik, seperti menggiling “grain” atau memompa air.Tenaga angin digunakan dalam ladang angin skala besar untuk penghasil listrik nasional dan juga dalam turbin individu kecil untuk menyediakan listrik di lokasi yang terisolir. Tenaga angin juga banyak jumlahnya, tidak terbatas, tersebar luas, bersih dan mengurangi efek rumah kaca.

Di Indonesia sendiri, pembangkit listrik yang memanfaatka tenaga angin sering disebut dengan pembangkit listrik tenaga bayu.

Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Suatu pembangkit listrik dari energi angin merupakan hasil dari penggabungan dari beberapa turbin angin sehingga akhirnya dapat menghasilkan listrik. Cara kerja dari pembangkit listrik tenaga angin ini yaitu awalnya energi angin memutar turbin angin.Turbin angin bekerja berkebalikan dengan kipas angin (bukan menggunakan listrik untuk menghasilkan listrik, namun menggunakan angin untuk menghasilkan listrik.) Kemudian angin akan memutar sudut turbin, lalu diteruskan untuk memutar rotor pada generator di bagian belakang turbin angin.

Baca Juga : Sejarah Band Aid

Generator mengubah energi gerak menjadi energi listrik dengan teori medan elektromagnetik, yaitu poros pada generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu di sekeliling poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk loop.Ketika poros generator mulai berputar, maka akan terjadi perubahan fluks pada stator yang akhirnya terjadi karena perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan arus tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat.Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC (Alternating Current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusodial. Energi listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.

Related posts