Misteri Tempat Legenda Sepanjang Sejarah

Misteri Tempat Legenda Sepanjang Sejarah

Sejarahdunia.web.id – Dalam hidup ini pasti kita memiliki sebuah impian untuk mengunjungi salah satu tempat indah nan sempurna seperti yang diceritakan nenek moyang kita. Berharap untuk tinggal di sana dengan segala kekayaannya.

Memang dalam sepanjang sejarah, banyak orang yang benar-benar percaya pada tempat-tempat yang sulit dikunjungi bahkan ditemukan seperti ini, itu karena sebagian dari kita meyakini dan memiliki kisah-kisah mitologi yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa tempat legenda dalam sejarah yang terlalu sempurna untuk ada di dunia nyata. Dan tempat-tempat tersebut pun masih menjadi misteri dari generasi ke generasi.

1. Taman Gantung Babilonia
Nebukadnezar II diyakini membangun Taman Gantung Babilonia untuk istrinya yang rindu akan kampung halaman, yakni Amytis. Dia berasal dari suatu tempat di Iran atau sekarang disebut Media dan merindukan vegetasi subur yang pernah ditemukan di sana.

Jadi raja membangun taman besar berlapis-lapis yang dilengkapi dengan air terjun raksasa. Taman ini digambarkan dengan sangat indah sehingga masuk ke daftar salah satu Tujuh Keajaiban Dunia Kuno.

Masalahnya, kebun gantung mungkin tidak pernah ada. Karena bukti arkeologis mengatakan bahwa tidak pernah ada taman gantung di Babilonia. Banyak yang mengatakan bahwa taman gantung ini sudah hancur.

Bahkan sampai sekarang pun, banyak ilmuwan yang masih mencoba untuk mencari keberadaan taman gantung tersebut. Satu kelompok arkeolog Jerman mencari selama 20 tahun dan tidak menunjukkan apa pun terkait itu.

2. Kerajaan Saguenay
Penjelajah Prancis Jacques Cartier tiba di tempat yang sekarang dikenal sebagai Kanada pada tahun 1534. Ia berharap bisa menemukan jalan ke Cina dan juga menemukan emas.

Sebaliknya, ia justru bertemu dengan beberapa orang Indian yang ramah, dan satu kepala suku bahkan mengizinkannya untuk membawa dua putranya yang masih kecil ke Prancis.

Dalam Pemindahan Paksa orang Indian Amerika dari Timur Laut, David Miller mengatakan bahwa anak-anak lelaki itu bercerita kepadanya tentang Kerajaan Saguenay, yang konon terletak di suatu tempat di Kanada, dan diisi dengan perak dan emas yang ditemukan orang Spanyol di Amerika Selatan. Cartier sangat antusias mendengar cerita tersebut dan memutuskan untuk kembali pada tahun 1535 berharap menemukan tempat yang menakjubkan itu.

Sebaliknya ayah bocah laki-laki itu, yang bernama Donnaconna, memperingatkan Cartier bahwa Saguenay dihuni oleh ras yang kejam. Dia juga mengatakan kepadanya bahwa tempat itu dipenuhi dengan emas, rempah-rempah, dan berbagai buah-buahan, orang-orang di sana hanya memiliki satu kaki, terbang seperti kelelawar, dan tidak butuh makan. Cartier tidak peduli dengan semua itu kecuali “emas” yang sedang dia incar.

Jadi dia pergi mencari tempat itu. Dia memimpin ekspedisi hingga tahun 1542 ketika penduduk asli mengusir mereka. Hingga saat ini tempat itu tak pernah ditemukan.

3. Lyonesse
Sekitar 30 mil dari ujung barat daya Inggris merupakan Kepulauan Scilly. Legenda mengatakan bahwa dahulu kala pulau-pulau itu terhubung ke daratan dengan kerajaan Lyonesse.

Seperti Atlantis, kerajaan itu diperkirakan tenggelam di bawah laut. Dan menurut Cornish Guide, masyarakatnya pernah melakukan kesalahan yang membuat Tuhan murka sehingga kerajaan itu dihancurkan (seperti kisah Sodom dan Gomora).

Lyonesse diperkirakan dipenuhi dengan sekelompok orang yang sangat kuat dan tampan. Dan penduduknya memanfaatkan kekuatan mereka untuk membangun gereja. Ada sekiranya 140 gereja.

Apa pun alasannya, kerajaan itu dilanda badai besar pada tengah malam, gelombang besarnya menelan seluruh tempat. Tetapi menurut legenda, seorang pria berhasil selamat. Dia dikisahkan bisa berlari lebih cepat dari ombak sambil menunggangi kudanya. Kudanya berlari sangat kencang hingga harus kehilangan sepatunya.

Sekarang ini, banyak keluarga mengklaim bahwa mereka keturunan dari si pria yang berhasil selamat ini, dan mereka memiliki lambang dengan tiga sepatu kuda. Keluarga lain juga mengklaim bahwa mereka keturunannya dan memiliki lambang kuda putih.

4. Kerajaan Prester John
Selama Abad Pertengahan, Prester John adalah harapan terbesar Kekristenan. Ketika orang-orang Eropa pergi berperang untuk memerangi orang-orang kafir di Timur Tengah, muncul desas-desus bahwa mereka hanya bisa dibantu oleh satu-satunya kerajaan Kristen di dekat sana, yang diperintah oleh seorang pria bernama Prester John.

Menurut Black Past, ia diduga berasal dari salah seorang majus yang mengunjungi Yesus dan memberinya beberapa hadiah, hanya saja penguasa Kristen mengharapkan hadiah yang lebih bernilai seperti permata.

Masalahnya adalah, tidak ada yang tahu persis di mana kerajaan ini. Pada abad ke-12, Paus Alexander III sangat yakin akan keberadaannya sehingga ia mengirim utusan untuk menemukannya. Sayangnya, ia tidak pernah kembali.

Menurut Big Think, pada tahun 1165 Kaisar Manuel I Comnenus menerima surat dari Prester John. Yang mengatakan bahwa kerajaan itu memiliki orang-orang berkepala anjing. Ada permata berharga di mana-mana dan semua orang di sana adalah orang Kristen yang sempurna, tanpa adanya pencurian, kebohongan, atau kemiskinan.

Pada 1400-an, penjelajah Portugis pergi ke Afrika untuk mencari kerajaan mistis ini. Meskipun tidak menemukan apa-apa, kartografer masih memasukkan area yang tidak jelas untuk ranah Prester John di peta hingga akhir 1570-an.

5. Zerzura
Gurun Sahara adalah padang pasir yang terlalu berbahaya untuk dijelajahi orang awam. Mungkin itulah sebabnya ada sebuah legenda yang mengatakan bahwa ada suatu tempat yang dikelilingi oleh bukit pasir namun dipenuhi air. Tempat itu disebut Zerzura, tempat yang dikelilingi dinding putih dan memiliki gerbang besar dengan burung di atasnya.

Penulis Harold Scot mengatakan, meskipun legenda itu berasal dari tahun 1400-an, penjelajah masih mencari oasis yang hilang ini pada 1930-an. Akhirnya, satu ekspedisi menemukan tiga lembah subur, yang disebut wadi. Tetapi mereka tidak menemukan bukti tembok atau kekayaan alam yang dimaksud.

6. Pulau Hy-Brazil
Pulau Hy-Brazil muncul di peta pada 1325 dan bertahan selama 500 tahun. Terletak di suatu tempat di lepas pantai Irlandia, menurut Stephanie Cyr, asisten kurator di Norman B. Leventhal Map Center di Perpustakaan Umum Boston, mengatakan bahwa pulau itu adalah salah satu dari beberapa pulau legendaris yang muncul di peta pada waktu itu. Pulau itu digambarkan bulat sempurna dengan sungai yang mengalir lurus di tengahnya.

Pulau itu awalnya dianggap hanya terlihat satu kali setiap tujuh tahun karena kabut tebal yang mengelilinginya. (Ini mirip dengan tanah mitos San Francisco masa kini.) Tetapi jika seseorang bisa mencapainya, legenda mengatakan bahwa orang itu akan menemukan kelinci hitam raksasa, penyihir, dewa-dewa, beberapa peradaban yang hilang, dan bahkan UFO.

Menurut Ancient-Origins, setidaknya ada dua ekspedisi yang berangkat dari Bristol, Inggris, untuk mencoba menemukannya, namun semuanya nihil meskipun mereka sudah menghabiskan berbulan-bulan di laut.

Pada tahun 1674, Kapten John Nisbet diduga menemukan pulau itu setelah tersesat dalam kabut, menurut Irish Central. Empat kru masuk ke daratan dan menghabiskan satu hari di sana, mereka kembali dengan tandan perak dan emas yang diberikan oleh orang tua di sana.

Pulau bundar kecil itu dimasukkan dalam peta sampai tahun 1768, tetapi akhirnya pulau itu hanya dianggap imajiner semata.

7. Thule
Tanah legendaris Thule sama terkenalnya dengan Atlantis. Menurut Humanities and Social Sciences Online, tempat itu diduga ditemukan pada abad keempat SM oleh seorang penjelajah Yunani bernama Pytheas.

Dia menceritakan kisah-kisah menakjubkan tentang tanah beku yang selalu gelap, namun banyak orang yang masih tinggal di sana. Jelas, hari ini kita tahu tempat-tempat seperti ini memang ada di atas Lingkaran Arktik, tetapi bagi orang-orang yang hidup di zaman Mediterania yang hangat dan cerah, kisah ini pasti terdengar konyol.

Bangsa Romawi berhasil sampai ke Kepulauan Shetland yang terletak tepat di utara Skotlandia dan menganggap bahwa mereka telah menemukan Thule. Richard Victoria Burton dari Victoria juga pergi ke Islandia dan yakin bahwa itu adalah Thule.

Times Higher Education menjelaskan bahwa Nazi cukup terobsesi dengan Thule. Setelah Perang Dunia I, Masyarakat Thule terbentuk. Mereka adalah anggota Rudolf Hess dan Adolf Hitler sendiri. Bagi mereka, Thule adalah tempat ras kulit putih berasal.

Baca Juga : Berlian Paling Fenomenal dalam Sejarah Dunia

8. El Dorado
Orang Eropa percaya bahwa di suatu tempat di Amerika Selatan ada kota yang terbuat dari emas dengan kekayaan yang tak terhingga. National Geographic mengatakan bahwa desas-desus ini dimulai ketika adanya upacara yang dilakukan oleh satu suku ketika seorang kepala suku baru berkuasa.

Dia akan menutupi dirinya dalam debu emas dan membuang harta ke dalam danau untuk menenangkan para dewa. Pria ini dikenal sebagai “El Dorado.”

Mencari El Dorado menjadi obsesi berbahaya bagi sebagian orang. Penjelajah Inggris Sir Walter Raleigh pergi mencari kota mitos itu sebanyak dua kali, dan putranya pun terbunuh ketika melawan Spanyol karena mencarinya untuk kedua kalinya.

Raleigh menyalahkan anggota ekspedisi lain karena membiarkan putranya mati. Ketika Raleigh kembali ke Inggris, raja mengeksekusinya karena ia mengabaikan perintah raja agar tidak membuat masalah dengan Spanyol.

9. Shangri-La
Pada tahun 1933, penulis James Hilton memperkenalkan Shangri-La. Dia menulis sebuah novel berjudul Lost Horizon, yang terjadi di sebuah biara yang penuh dengan Buddha di Tibet. Mereka tinggal di sebuah lembah yang terputus dari seluruh dunia. Dilansir dari BBC, buku itu sangat populer, sampai-sampai banyak orang yang menyebut Camp David adalah “Shangri-La.”

Tapi Shangri-La sebenarnya adalah legenda kuno. PBS mengatakan bahwa legenda itu berasal dari India pada 962 M dan kemudian menjadi mitos Tibet. (Mereka menyebutnya Shambala).

Kota ini seharusnya terletak di Himalaya di dataran tinggi di bawah gunung yang terbuat dari kristal putih. Ada sebuah danau dan sebuah istana, tetapi itu hanya bisa dikunjungi jika seseorang berhasil melewati lingkaran puncak.

Kota itu dihuni oleh orang-orang yang menjalani kehidupan Buddhis yang sempurna dalam harmoni satu sama lain. Tentunya, mereka tidak boleh kontak langsung dengan dunia yang kacau, jadi mereka menunggu hari di mana manusia berhasil menyelesaikan perdamaian dunia sebelum akhirnya mereka menunjukkan diri.

Mitos ini sangat populer sehingga Dalai Lama sering membicarakannya, meskipun menurutnya itu lebih kepada perjalanan rohani berdasarkan imajiner ketimbang membicarakan lokasi yang sebenarnya.

10. Segitiga Bermuda
Legenda Segitiga Bermuda yang berbahaya itu ternyata baru ada belum lama ini. Live Science memberitahu bahwa segitiga bermuda diciptakan pada tahun 1964 oleh seorang penulis bernama Vincent Gaddis.

Namun semua itu tidak langsung populer. Tempat ini digambarkan bahwa pesawat yang terbang atau kapal yang berlayar di sebagian kecil Samudra Atlantik yang disebut segitiga bermuda ini akan menghilang secara misterius.

Buku pertama tentang segitiga bermuda tersebut rilis pada tahun 1974 dan langsung menjadi buku terlaris. Sejak saat itu ribuan orang meyakinkan adanya Segitiga Bermuda.

Ada banyak teori tentang semua hilangnya kapal dan pesawat misterius di daerah tersebut. Beberapa orang berpikir bahwa Segitiga terletak di atas kota Atlantis yang hilang, dan bahwa ia mengirimkan “energi kristal” untuk mengganggu perjalanan.

Atau ada juga yang mengatakan kalau tempat itu bisa jadi celah dalam perjalanan ruang-waktu. Tapi teori yang lebih masuk akal mengatakan bahwa pesawat dan kapal yang “menghilang” disebabkan oleh badai.

Related posts