Beberapa Situs Warisan Dunia UNESCO di Korea Selatan

Beberapa Situs Warisan Dunia UNESCO di Korea Selatan

Sejarahdunia.web.id – Segala sesuatu tentang Korea (Selatan) memang gak akan ada habisnya untuk dibahas. Mulai dari drama, musik (k-pop), makanan, gosip artis hingga tempat-tempat wisata yang ada di sana. Hallyu wave memang sukses besar membuat banyak orang dari seluruh penjuru dunia ‘jatuh cinta’ kepada Korea. Apalagi setelah menonton drama Korea pasti penasaran dengan tempat/lokasi yang digunakan untuk syuting dan makanan yang dimakan oleh para pemainnya.

Jumlah wisatawan yang datang ke Korea pun semakin meningkat. Dilansir dari CNN Indonesia wisatawan yang berkunjung ke Korea pada tahun 2016 mencapai 17,2 juta orang. Indonesia ‘menyumbang’ sebesar 295 ribu wisatawan. Umumnya mereka pergi ke Seoul dan Pulau Jeju untuk berfoto di beberapa landmark dan lokasi syuting drama, seperti Namsan Tower dan Petite France. Selain ada tempat-tempat menarik yang telah ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Sites dan sayang jika dilewatkan. Beberapa diantaranya merupakan tempat bersejarah seperti yang ada dalam drama saeguk (berlatar kerajaan). Di mana saja itu? Berikut dibawah ini akan kami bahas mengenai warisan dunia UNESCO di Korea Selatan yang harus di kunjungi :

1. Kuil Jongmyo.
Jongmyo adalah kuil Konfusianis tertua dan paling otentik di dunia. Kuil ini dibangun untuk untuk nenek moyang dinasti Joseon (1392-1910) pada akhir abad ke-14, tetapi hancur ketika Jepang menginvasi Korea pada abad ke-16. Kemudian dibangun kembali pada awal abad ke-17. Di dalam kuil tersimpan tablet memorial raja dan ratu (shinju) kerajaan Joseon. Pada tahun 1995, kuil Jongmyo ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site.

Setiap tahun pada bulan Mei diadakan Jongmyo Jerye, yaitu upacara penghormatan dan sembahyang untuk mendiang raja dan ratu dari warga yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan anggota keluarga kerajaan. Ritual upacara berupa tarian dan iringan musik istana ini terbuka untuk umum. Kuil yang terletak di 157, Jong-ro, Jongno-gu, Seoul ini buka setiap hari kecuali hari Selasa dengan harga tiket sebesar 1000 Won (sekitar Rp11.700,00) untuk dewasa dan 500 Won untuk anak-anak.

2. Gua Seokguram dan Kuil Bulguksa.
Gua Seokguram dan Kuil Bulguksa dibangun oleh Dinasti Silla atas inisiasi Perdana Menteri Kim Dae-seong pada abad ke-8 di wilayah Gyeongju, tepatnya di lereng Gunung Tohamsan. Gue Seokguram merupakan sebuah gua buatan yang terbuat dari bebatuan granit dan di dalamnya terdapat patung Buddha menghadap laut dalam posisi mudra bhumisparsha (menyentuh bumi). Sedangkan Kuil Bulguksa merupakan kompleks kuil Buddha yang menggambarkan tempat tinggal duniawi dan surgawi. Kedua tempat ini ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada bulan Desember 1995 dan dibuka untuk umum setiap hari mulai pukul 7 pagi sampai 6 sore.

3. Janggyeong Panjeon di Kuil Haeinsa.
Janggyeong Panjeon yang terletak di dalam kompleks Kuil Haeinsa dibangun pada abad ke-15 di Gunung Gaya, Provinsi Gyeongsang Selatan, dengan model arsitektur tradisional Joseon. Di dalamnya terdapat koleksi Tripitaka Koreana yaitu teks, undang-undang dan perjanjian Buddha berjumlah lebih dari 81.258 bilah kayu yang diukir antara tahun 1237 dan 1248 Masehi. Sebagai tempat penyimpanan Tripitaka tertua, Janggyeong Panjeon menerapkan teknik konservasi yang sangat baik sehingga kayu-kayu tersebut tetap awet selama berabad-abad. Janggyeong Panjeon ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 1995.

4. Istana Changdeokgung.
Istana Changdeokgung dibangun pada masa Dinasti Joseon (abad ke-15) di Jongno-gu, lereng Puncak Ungbong, Gunung Baegaksan, sebelah utara Seoul. Komplek istana seluas 57,9 ha ini pada awalnya dibangun sebagai istana sekunder menuju istana utama, Gyeongbokgung. Namun pada abad ke-16 istana utama terbakar ketika invasi Jepang ke Korea sehingga istana Changdeokgung beralih fungsi menjadi istana utama dan pusat pemerintahan selama 250 tahun.

Di dalam istana ini terdapat taman-taman yang ditanami rerumputan, pepohonan, bunga-bunga, kolam teratai dan juga beberapa paviliun yang menghadap ke hutan. Istana Changdeokgung ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 1997 dan dibuka untuk umum setiap hari kecuali hari Senin sejak pukul 9 pagi sampai 5 sore.

Baca Juga : Beberapa Bangunan Peninggalan Dinasti Mughal India

5. Benteng Hwaseong.
Benteng Hwaseong dibangun pada abad ke-18 oleh Raja Jeongjo dari Dinasti Joseon. Benteng ini sepanjang 5,74 km ini mengelilingi pusat Kota Suwon, Provinsi Gyeonggi-do dan dulu berfungsi sebagai pertahanan serta membentuk basis politik baru. Di beberapa bagian benteng terdapat pintu air, menara observasi, pos komando, menara peluncur panah ganda, benteng senjata api, menara sudut, gerbang rahasia, menara suar, benteng dan bunker. Benteng ini ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 1997 karena dianggap memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan arsitektur, perencanaan kota, dan pertahanan di Korea.

6. Kawasan Bersejarah Gyeongju.
Kawasan Bersejarah Gyeongju merupakan peninggalan budaya bercorak Buddha dari Dinasti Silla yang menguasai semenanjung Korea sejak tahun 57 SM sampai 935 M. Kawasan ini terbadi ke dalam beberapa wilayah, diantaranya (1) Di bagian utara, tepatnya di lereng Gunung Namsan terdapat beberapa prasasti, reruntuhan candi, patung batu, pagoda, relief, makam kerajaan, ukiran dan lentera batu serta benteng Namsan; (2) Di wilayah Wolseong terdapat reruntuhan istana Imhaejeon, hutan hutan Gyerim tempat kelahiran pendiri klan Kim Gyeongju, Kolam Anapji, dan Observatorium Cheomseongdae; (3) Di Taman Tumuli terdapat gundukan berkubah berisi peti mati kayu ganda yang ditutupi kerikil dan di dalamnya terdapat emas, kaca, dan keramik halus; (4) Di Hwangnyongsa terdapat Kuil Bunhwangsa dan reruntuhan Kuil Hwangnyongsa yang dibangun oleh Raja Jinheung (540 – 576 M); dan (5) Benteng Sanseong yang merupakan benteng pertahanan di sepanjang pantai timur. Kawasan Bersejarah Gyeongju ini ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 2000.

7. Situs Dolmen Gochang, Hwasun and Ganghwa.
Gochang, Hwasun dan Ganghwa merupakan situs dolmen tertua dan terbesar di Korea. Dolmen sendiri adalah monumen pemakaman megalitikum yang disusun dari beberapa lempengan batu dan banyak ditemukan di beberapa belahan dunia, terutama di wilayah dataran tinggi (perbukitan atau gunung). Situs ini terbagi menjadi tiga wilayah, diantaranya (1) Situs Dolmen Gochang terletak di Gochang-gun, Jeollabuk-do seluas 8,38 ha dan terdapat 440 dolmen; (2) Situs Dolmen Hwasun seluas 31 ha terletak di Hwasun-gun, Jeollanam-do atau tepatnya lereng bukit dan sepanjang aliran Sungai Jiseokgang memiliki lebih dari 500 dolmen; dan (3) Situs Dolmen Ganghwa seluas 12,27 ha berada di pulau lepas pantai Ganghwa tepatnya di Ganghwa-gun, Incheon Metropolitan City. Situs ini ini ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada tahun 2000.

Related posts